Teater Legenda

Keong Emas adalah cerita rakyat yang telah melegenda berasal dari Kediri, Jawa Tengah. Dikisahkan pada abad ke X, di kerajaan Jenggala, hidup sepasang suami istri, Raden Panji Asmoro Bangun dan Dewi Sekartaji yang sangat cantik.

PenjelmaanKecantikan sang Dewi memesona banyak raja dan pangeran, hingga banyak yang ingin merebutnya dari Raden Panji Asmoro. Suatu hari, seorang raja raksasa berhasil menculik sang Dewi.

Peristiwa ini membuat geger para dewa dan dewi di khayangan, sehingga Batara Narada mengutus Dewa Surya untuk menyelamatkan Dewi Sekartaji.

Untuk mengelabui raja raksasa, Dewa Surya mengganti Dewi Sekartaji asli dengan Dewi Sekartaji tiruan yang berasal dari sekuntum bunga cempaka. Ia pun mengubah Dewi Sekartaji asli menjadi seekor keong yang sangat indah dengan kulit kuning keemasan dan melepasnya di tepi sungai.

Dengan perlahan, keong emas menyusuri tepi sungai berharap bertemu suaminya Raden Panji. Sementara itu Raden Panji yang ditemani dua abdi setia, Bancak dan Doyok, pergi mencari Dewi Sekartaji.

Mereka pun berhasil mengejar raksasa dan menemukan tempat sang raksasa menyembunyikan Dewi Sekartaji. Kemudian Raden Panji berhasil melukai sang raksasa yang segera melarikan diri itu.

Mbok-RondoRaden Panji mendekati Dewi Sekartaji yang tak sadarkan diri, lalu seketika itu juga sang Dewi tiruan berubah kembali menjadi bunga cempaka. Dengan hati sedih dan kecewa, Raden Panji meneruskan pencariannya.

Di desa Dadapan, sebuah desa kecil di tepi hutan Sidakarsa, hidup seorang janda tua yang baik hati bernama Mbok Rondo. Mbok Rondo mencari nafkah dengan mencari dedaunan dan ikan untuk dijual.

Suatu hari, mbok Rondo pergi menjala ikan di sungai. Tak seekor ikan pun ia dapatkan hari itu, namun ia mendapati seekor keong emas yang sangat indah tersangkut di jalanya. Mbok Rondo kemudian membawa keong emas pulang dan menaruhnya di tempayan.

Penjelmaan-KembaliSejak saat itu kehidupan mbok Rondo berubah. Daun-daun yang dijualnya selalu habis terjual, jala yang ditebarnya selalu penuh dengan ikan. Bahkan tiap kali mbok Rondo bangun tidur dan pulang, telah tersedia berbagai makanan lezat diatas meja. Rumah mbok Rondo pun selalu rapi dan bersih.

Dengan rasa penasaran, mbok Rondo memutuskan untuk pulang lebih awal dari biasanya untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Betapa terkejutnya mbok Rondo mendapati keong emas berubah menjadi puteri yang cantik jelita.

Lalu keong emas pun mengakui jati dirinya yang sebenarnya. Kemudian demi keselamatan diri, akhirnya Dewi Sekartaji menyamar menjadi gadis desa anak angkat mbok Rondo, Dewi Limaran.

Panji-BerburuDengan kepiawaian Dewi Limaran dalam berkebun, taman di sekitar rumah mbok Rondo berubah menjadi indah dan penuh dengan beraneka ragam bunga dan buah-buahan.

Dewi juga mengajarkan penduduk desa Dadapan cara berkebun dan merawat alam dengan baik sehingga desa Dadapan juga berubah menjadi desa yang subur dan indah.

Panji-BersemediDalam keputusasaannya mencari Dewi Sekartaji, Raden Panji bertapa mencari petunjuk dari Dewa Surya. Dalam pertapaannya, Dewa Surya datang dan memberi petunjuk kepadanya untuk mengikuti air yang mengalir.

Desa Dadapan yang telah berubah menjadi subur dan indah, menarik perhatian seluruh negeri. Kabar itu pun terdengar hingga istana.

Untuk menghibur Raden Panji, dua abdi setia mengusulkan agar mereka mengunjungi desa Dadapan sebagai pelipur lara. Menurut kedua abdi, untuk menuju desa Dadapan tidaklah sulit, hanya perlu mengikuti aliran air sungai. Mendengar hal itu, Raden Panji teringat akan petunjuk Dewa Surya agar ia mengikuti air yang mengalir, mereka pun langsung bergegas menuju ke desa Dadapan.

Sementara itu, desa Dadapan tengah bersuka cita bersiap untuk merayakan panen raya. Seluruh penduduk berkumpul untuk menikmati hiburan rakyat.

RaksasaDewi Limaran pun di daulat untuk menyanyi di panggung. Tepat saat Dewi mulai bernyanyi, Raden Panji beserta rombongan tiba, betapa terkejutnya Raden Panji mendengar suara Dewi Sekartaji kekasihnya.

Lalu tiba-tiba raja Raksasa kembali datang menghalangi mereka dan bermaksud kembali menculik Dewi Sekartaji. Raden Panji kemudian berhasil mengalahkan sang raksasa, dan akhirnya Raden Panji dan Dewi Sekartaji dapat bersatu kembali dan hidup bahagia.

Atas dasar legenda tersebutlah dibangun Taman Bunga Keong Emas sebagai penggambaran taman bunga yang dibuat Dewi Limaran di sekitar rumah mbok Rondo dan juga desa Dadapan.

Pertemuan